“Harapan kecil”

Kubuka mata dan melihat
badai gersang di desaku sendiri.
Indahnya pagi tak kurasakan lagi
dan kusadar, ini bukanlah mimpi.

Kicauan burungpun kalah
oleh gemuruhnya mesin ketamakan.
Tak ada lagi pohon yang menjulang,
yang ada hanyalah tembok besar dan keras
menutupi desaku.

Di bawah pohon nangka itu
dulu aku bermain dan belajar tentang kehidupan.
Di bawah pohon nagka itu dulu aku menghabiskan
masa kecilku.

Dengan rasa sedikit putus asa
aku berharap.
Semoga anak dan cucuku kelak
masih bisa melihat kehidupan yang hijau
dan ramah kicauan burung.
semoga

~Anharudini~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s