“Semak belukar”

Seiring dengan berjalannya waktu,
Angan-angan itupun pergi.
Bukan sirna karena hilang,
hanya terlupakan.
Karena rasa diri yang tak begitu berharga

Aku hanya tak ingin memikirkan
apa yang tak seharusnya mereka pikirkan.
Jika aku melihat masalah,
aku tidaklah berharga.
Dan banyak hal yang lebih berharga dari aku.

Andai mereka bertanya,
akan kujawab mengenai angan-angan itu.
Karena itu hanya akan akan membuat
canggung antara aku dan mereka.

Aku tak mau melibatkan mereka.
Meski aku adalah mereka.
Biarlah itu menjadi nagan-angan dan
tetap menjadi angan-angan.

Semak belukar takkan pernah menjadi cemara,
meski terkadang aku memikirkan hal itu.
~Anharudini~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s