Tanahku Kini

Panas, keras, penuh asap dan gersang
Airku keruh, hutanku terbakar,
awanku hitam

Tuan, jika engkau mendengar rintihan bebatuan,
sayatan rerumputan dan air mata lautan,
sayang,
tuan tak pernah mendengar

Indah desaku tak elok lagi
Hijau hutanku, tak sejuk lagi
Aliran sungaiku, tak jernih lagi

Beton tanahku kini

Oleh : Anharudini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s