rindu aroma

Matahari tepat berada di atas kepala membakar semua ada.
Panas kurasa, gerah dan haus.

Peluh bercucuran di tubuhku, basah.

Bagai serigala yang lapar, aku terus berjalan mencari aroma yang tercium dari kejauhan.

Di tengah padang pasir yang tak berujung, aku bingung.
Aroma itu terasa dekat. Namun terkadang menghilang.
Apakah aroma yang tercium semerbak itu untukku? Atau ia hanya tak sengaja lewat terbawa oleh angin, lalu menyentuh sukmaku dan pergi.
Atau, aku hanya terlalu rindu dengan aroma itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s