Merengkuh Sang Mawar Muda?

Kau tidak mempercayainya? Awalnya akupun ingin untuk tidak mempercayai ini. Tapi, inilah kenyataanya. Aku terjatuh pada sosok yang tak seharusnya. Akupun berjuang agar tidak masuk terlalu jauh ataupun menyelam terlalu dalam. Aku menampar diriku, kuyakinkan diriku bahwa ini tidaklah nyata. Tapi, itu malah menyakitkanku. Kenyataan memang seperti ini dan membawa aku masuk ke dalamnya. Gadis belia, sempurna dan berambut panjang. Putih, kurus dan menurutku sempurna. Namun, sedalam aku menyelami lautan untuk mengerti dengan keadaan, tetap saja aku tidak mengerti. Bukan dia yang menjadi masalah dalam pembicaraan ini, bukan dia yang menjadi akar dari masalah ini, melainkan aku. Aku yang tak bisa membendung pancaran mata itu. Gelap dan kalut, aku menjalani ini. Sesak dan terengah mencoba meyakinkan kenyataan. Panorama yang hidup, hanya elok dipandang namun tak bisa disentuh. Duri setangkai mawar bisa saja melukai tanganku saat kupetiknya. Tapi ini beda, aku tidak bisa bisa memetiknya, karena tidak mungkin memetiknya. Karena mawar itu hanya sekuncup yang baru tumbuh. Namun, harumnya telah menggoda dan masuk ke dalam sukma. Aku membiarkannya dan mungkin memperhatikannya. Hingga saatnya tiba, saat sang mawar telah tumbuh dan menampakan mahkotanya, aku akan memetiknya, walau jaminannya duri dari sebuah kenyataan. Hingga kenestapaan bahwa tidak hanya aku yang menyukai mawar dan mungkin aku bukanlah satu-satunya orang yang memperhatikannya, mawar yang sama. Atau akan jauh lebih asri dan indah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s